Bumdes Kayu Do'i Desa Noinbila Kecamatan Mollo Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan, sukses mengembangkan cabai jenis varietas dewata 43 diatas lahan seluas lima hektar.
Beranggotakan tujuh orang dalam kelompok ini, mereka cukup tekun mulai dari pemilihan bibit, penyemaian, penanaman hingga perawatan. Tanaman cabai yang siap panen ini, sudah ditanam sejak tiga bulan lalu yakni pada bulan November 2025.
"Saat ini harga cabai lagi bagus, yakni berkisar antara delapan puluh hingga seratus ribu rupiah. Hal ini dikarenakan tingginya permintaan pasar, sementara ketersediaan stok cabai di tingkat petani saat musim hujan seperti ini, dibilang sudah langka dibandingkan dengan ketersediaan di bulan-bulan panas.,, " tambah Karolus.
Dengan menerapkan sistem tanam secara intensif dan inovatif, kelompok tani bumdes kayu do'i Noibila melakukan uji coba jarak tanam tiga puluh centimeter antara tanaman. Cara demikian dianggap efektif demi menjaga kelembaban tanah, pemerataan nutrisi makanan sehingga memaksimalkan hasil buah cabai yang bayak.
Tidak hanya itu, tantangan terbesar pada pembudidayaan tanaman cabai diatas lahan kering semacam yaitu persoalan keterbatasan air dan serangan hama. kondisi demikian menuntut pertanian agar mampu mengatasi hal tersebut dengan menggunakan pestisida yang cocok, serta menggunakan sistem penyiraman tanama secara teratur.
Rencana pemasaran hasil panen cabai akan disuplai ke pasar-pasar terkemuka di kota Kupang, Kabupaten Kupang, serta pasar lainnya yang ada di pulau Timor bahwa ke negara Timor Leste, berdasarkan permintaan.
Kedepan, Kepala Desa Noibila berencana memperbanyak anggota kelompok dari jumlah ant yang ada saat ini, dey tujuan lebih memperluas lahan serta dapat mengelola luas lahan tersedia, bukan hanya fokus pada tanamat cabai, tetapi juga mengembangkan tanaman holtikultura lainnya berdasarkan permintaan pasar.


