Puluhan Anak Keracunan, Niko Manao Minta Hentikan dan Evaluasi Pengelolaan MBG Di Amanuban Selatan

Ket Foto : Foto Istimewa

TIM Soe Post
Editor Redaksi 

Kota SoE||Seopost.com,- Terhadap kejadian dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami puluhan siswa-siswi di SMA Negeri 1 Amanuban Selatan Kecamatan Amanuban Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan, Aktifis Besi Pae Nikodemus Manao berharap agar pengelolaan dapur MBG di Amanuban Selatan dihentikan sementara untuk dilakukan evaluasi penuh.

"Supaya jangan terulang, Saya berharap kejadian ini harus dapat perhatian serius karena menyangkut dengan nyawa anak-anak apalagi kegiatan ini merupakan program Bapak Presiden yang harusnya membantu anak-anak bukan untuk membawa petaka. Beruntung sampai saat ini belum ada korban jiwa, tapi kalau misalnya ada korban jiwa siapakah yang paling bertanggung jawab." Ungkap Niko Manao

Lanjut Nikodemus Manao, "Belajar dari kejadian dugaan keracunan yang pernah terjadi sebelumnya, harusnya pengelola dapur MBG lebih teliti dalam menyiapkan menu untuk anak-anak.",

"Untuk itu saya berharap aktivitas pada dapur MBG yang melayani anak-anak di beberapa sekolah di Kecamatan Amanuban Selatan tempat dugaan Keracunan makanan ini terjadi agar dihentikan dulu pelayanan nya guna dilakukan evaluasi total terhadap management pengelolaan sambil menunggu hasil lab." Tegas Niko Manao 

Sedangkan sejumlah orang tua siswa saat ditemui awak media mengaku kalau anak mereka mengalami mual dan muntah-muntah saat pulang dari sekolah Kamis (30/4/2026).

Melihat kondisi tersebut Anak-anak langsung dilarikan ke UPT Puskesmas Panite untuk mendapatkan penanganan medis. 

Wasty Missa salah satu orang murid kepada media ini mengaku anaknya sempat mengalami sakit Perut dan mual sebelum dilarikan ke UPT Puskesmas Panite 

“Sekitar jam 11 siang (29/04/26) Anak saya mengeluh sakit perut dan mengeluh mau muntah, sudah bawa ke Puskemas,saya panik saat itu" Kata Marini Biaf

Hal yang sama juga disampaikan Marsalina Bessi salah satu orang tua murid yang mengaku anaknya juga mengalami sakit tenggorokan, kepala, perut dan mual setelah pulang dari sekolah.

Marsalina Bessi mengatakan anaknya baru tiba di rumah tiba-tiba mengalami Sakit tenggorokan, kepala, perut dan mual Ia menanyakan apa yang dimakan oleh anak nya di sekolah serta menyuruh anaknya berbaring di kamar Namun beberapa saat kemudian anaknya merasa sakit sekali di tenggorokan, perut dan kepala serta  mual-mual. Ia mendengar info dari tetangga dan guru bahwa ada keracunan di Sekolah anaknya iya  langsung menghubungi pihak sekolah untuk dibawa anaknya ke puskesmas.

“Dia pulang sekolah langsung mengeluh sakit  tenggorokan, kepala, perut serta mual-mual, saya suru baring langsung dia mual dan mau muntah, saya langsung hubungi pihak sekolah untuk bawa ke UPT Puskesmas Panite"cerita Marsalina

Akibat kejadian ini, orang tua siswa menduga anak-anak mereka mengalami keracunan makanan usai mengkonsumsi Makanan Gratis Bergizi. Serta meminta kepada pihak berwajib dan pemerintah agak memperjelas penyebab terjadinya kejadian ini.

Hingga berita ini dilangsir, dari 43 siswa yang diduga mengalami keracunan mengisahkan 10 orang anak yang masih mendapatkan perawatan di UPT Puskesmas Panite.

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2020 soepost.com ™ Member Of Kupang Online Network ®