![]() |
| Ket Foto : Pendeta Samuel B. Pandie, S.Th Saat Menyampaikan Sambutannya Di Kegiatan Jambore Kader Remaja Kabupaten Timor Tengah Selatan |
Editor Redaksi
Timor Tengah Selatan||Soepost.com,- Yayasan CIS Timor Pimpinan Haris Oematan bersama Yayasan IPAS Indonesia tetap konsisten dan berkolaborasi dengan menggandeng Sinode GMIT menggelar Kegiatan Jambore Kader Remaja Kabupaten Timor Tengah Selatan selama tiga hari (27-29 Mei 2026) bertempat di Gereja Elim Panite sebagai tuan rumah.
Diketahui bahwa kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja terkait kesehatan, khususnya isu kesehatan remaja., Mengembangkan keterampilan remaja dalam berkomunikasi, bekerja sama, dan berorganisasi., Memfasilitasi pertukaran pengalaman antar remaja dari desa intervensi program.,Memperkuat jejaring dan solidaritas antar remaja di tingkat kabupaten dan Mendorong remaja untuk berperan sebagai agen perubahan di lingkungan masyarakat terutama kelompok remaja.
Ketua Sinode GMIT Pendeta Samuel B. Pandie, S.Th pada kesempatan tersebut sangat bersyukur dan berterima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
"Saya waktu dikasih tahu terkait kegiatan, saya memilih hadir karena kegiatan ini memang berkaitan langsung dengan tantangan yang saat juga dihadapi oleh Gereja. Karena kalau sesuatu terjadi pada remaja muda maka yang pertama malu itu Gereja. Ungkap Pendeta Samuel Pandie
Masih menurut Pendeta Samuel Pandie, "Sesuai data, saat ini sudah ada peningkatan HIV/AIDS bagi remaja dalam usia 13-15 tahun. Ini merupakan tantangan juga untuk Gereja, mengapa karena tugas Gereja adalah memberikan pendidikan kepada warga jemaat termasuk hal-hal yang menyangkut dengan kesehatan reproduksi."
"Memang, ketika seorang pendeta menyebutkan alat-alat reproduksi saat berkhotbah tentunya akan menciptakan pro dan kontra bagi jemaat karena berbicara tentang seks dan alat reproduksi merupakan hal yang masih tabuh."
"Tetapi karena ini adalah tantangan yang saat dihadapi oleh gereja maka Majelis Sinode GMIT akan memasukan pendidikan kesehatan reproduksi dan pendidikan seks dini dalam kurikulum kate kasasi. Untuk menjawab ini, Majelis Sinode GMIT telah membuat modul kurikulum dan telah ada kerjasama dengan Pemerintah Kota Kupang untuk hal ini.",
"Selain itu, pihak Gereja juga akan menyiapkan dalam bahan ajar yang akan disampaikan ke jemaat. Ada juga dalam bentuk flayer dan juga pembuatan film-film pendek tentang HIV/AIDS.",
"Waktu saya dengar Yayasan CIS Timor Indonesia dan Yayasan IPAS Indonesia lakukan kegiatan ini tentunya kami siap untuk buka diri karena yang menariknya kegiatan ini fokus ke remaja. Saat ini remaja-remaja sangat berpotensi menjadi korban, dengan kegiatan ini kami juga belajar supaya kalau dapat kami juga melengkapi kembali modul yang telah kami siapkan. Bila perlu Kalau wilayah kerja kita sama kita bisa kerjasama. Dalam modul yang kami siapkan nanti ada juga disampaikan tentang teologi inklusif panggilan sosial gereja yang membahas banyak hal. Namun yang pasti kita sadar bahwa untuk mengubah suatu pola hidup itu butuh kerjasama. Untuk itu kami Sinode GMIT selalu membuka diri terhadap kegiatan-kegiatan seperti ini." Ungkap Pendeta Samuel Pandie
"Kami berharap lewat kegiatan ini dapat menolong kami juga gereja terhadap cara pandang baru, apalagi ini ada peran gereja sehingga modul dan kurikulum dipertajam. Gereja itu siap dikritik tapi juga kami akan terus kami berdoa dan bekerja sehingga tantangan baru bagi anak-anak remaja kita terutama tentang pemahaman anak-anak dan remaja gereja tentang seksualitas dan kesehatan reproduksi itu juga menjadi tanggung jawab Gereja. Bagi para peserta saya minta untuk dapat memanfaatkan momen ini dengan baik, karena tidak semua anak dapat kesempatan yang sama. Untuk itu setelah mengikuti kegiatan ini, pulang dan jadi berkat untuk teman-teman yang lain.",
"Selain itu, Kelas Elim Panite. Harus menjadi kelas pertama yang mampu ikut mendobrak cara pandang dan perubahan pola pikir tentang pendidikan reproduksi bukan hanya untuk Gereja dan Masyarakat tetapi juga bagi orang muda yang menjadi harapan bangsa dan Gereja." Pungkas Ketua Sinode GMIT Pendeta Samuel B. Pandie,S.Th
Ditempat yang sama, Direktur Yayasan CIS Timor Indonesia Haris Oematan pada kesempatan tersebut berterima kasih atas dukungan dari Sinode GMIT.
"Terima kasih kepada Bapak Ketua Sinode yang hari ini hadir lebih awal dari kami yang lain, ini tandanya bahwa Majelis Sinode GMIT benar-benar memiliki komitmen yang kuat terkait Kesehatan Remaja.",
"Bapak ketua Sinode yang kami hormati, untuk diketahui oleh Bapak Ketua bersama tamu undangan yang hadir, bahwa kami CIS Timor Indonesia bersama Yayasan IPAS Indonesia ini fokus pada kesehatan dan berpusat di Jakarta.",
"Dan sebenarnya CIS Timor Indonesia dengan Yayasan IPAS Indonesia sudah melakukan program ini sejak sudah dua tahun lalu. Dari hasil penelitian yang Ipas lakukan, NTT termasuk daerah yang kekerasan gender dan kekerasan seksual tinggi. Selain kekerasan seksual tinggi, NTT juga masuk dalam daerah yang tingkat perkawinan anak tinggi dan salah satunya ada di Kabupaten Timor Tengah Selatan.",
"Untuk itu dengan kegiatan Jambore Kader Remaja Kabupaten Timor Tengah Selatan ini kami berharap bukan hanya sebagai pertemuan biasa tetapi anak-anak yang kami hadirkan dari Dua Kecamatan yaitu Kecamatan Amanatun Selatan dan Amanuban Selatan bisa mendapatkan pendidikan tentang kesehatan reproduksi dan seks dini guna untuk kepentingan mereka sendri dan tidak sampai disitu saja mereka bisa menjadi agen perubahan bagi teman-teman yang lain dengan jejaring yang telah terbentuk." Jelas Haris Oematan
Sedangkan Direktur Eksekutif Yayasan IPAS Indonesia dr. Marcia Soumokil, MPH, dalam Vidoe nya berharap agar kegiatan Jambore Kader Remaja Kabupaten Timor Tengah Selatan bisa mendatangkan perubahan pola pikir bagi Remaja dalam cara mereka menjaga kesehatan reproduksi.
"Yang saya kasihi para peserta yang hadir pada program remaja sehat di tiga kabupaten dalam wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ajang ini bukan sekedar pertemuan biasa, tetapi kegiatan ini adalah ruang belajar bersama, berbagi pengalaman dan yang lebih penting ruang untuk memperbaiki jejaring serta menguatkan rasa solidaritas." Ucap dr. Marcia Soumokil,MPH
Lanjutnya, "Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mempercepat pengetahuan kita semua dan juga akses kesehatan Reproduksi bagi teman-teman kita yang masih remaja.",
"Mengapa ini penting, karena menurut survey demografi kesehatan RI, masih banyak remaja di NTT yang belum memiliki pengetahuan yang belum tepat tentang kesehatan reproduksi. 55 persen anak perempuan remaja yang belum memiliki pengetahuan yang tepat sehingga kita perlu menjembatani.",
"Remaja sangat punya peran penting untuk teman-teman nya sendiri. Melalui program ini kami Ipas percaya teman-teman remaja bisa menjadi agen perubahan bagi teman-teman yang lain.",
"Oleh karena itu kami berharap selama jambore ini teman harus berani berinteraksi, semoga dengan selesai nya kegiatan ini Jejaring antara teman-teman tetap terbangun. Semoga kegiatan ini menjadi langkah kecil untuk menghasilkan perubahan yang besar bagi kondisi yang saat kita alami. Pungkas dr. Marcia Direktur Eksekutif Yayasan IPAS Indonesia.
Hadir pada kesempatan tersebut Ketua Klasis Amanuban Selatan bersama jajaran, Kepala Desa Linamnutu, PLT. Kapus Panite bersama dengan pengelola program PKPR Puskesmas Panite, PLT Kapus Oinlasi bersama dengan Pengelola PKPR Oinlasi, Dinas Kesehatan, Dinas P3A, Dinas P2KB, Dispora, Dinas P&K, Duta Genre, Aktifis Kespro dan Remaja Berprestasi.
Adapun materi-materi yang diperoleh anak-anak remaja dalam kegiatan tersebut meliputi, Sosialisasi Safeguarding CIS Timor, Talk show Remaja Sehat Berdaya dan Menjadi Agen Perubahan, Sosialisasi dan Diskusi Materi KBGS, Pentas Seni dengan Tema Pengembangan Potensi Diri Dengan Remaja-remaja, Sosialisasi manfaat dan pentingnya tablet tambah darah serta Vaksin Tetanus Toksoit dan Pemeriksaan Kesehatan.
Selain pentas seni, ada juga lomba-lomba yang dilombakan dan diikuti oleh remaja di kegiatan jambore ini meliputi lomba cerdas cermat, pesan berantai, estafet mengenal organ reproduksi, membangun menara harapan, tebak mitos atau fakta.
Informasi yang diperoleh media ini, kegiatan perlombaan ini dilombakan di hari terakhir sebelum remaja kembali ke desa, dengan hadiah-hadiah yg menarik bagi pemenang.



