![]() |
| Ket Foto : Roy Babys |
Penulis Fransisco Soarez Peto Pati
Roy Babys lahir dari keluarga yang dikenal luas di Timor Tengah Selatan. Ayahnya merupakan seorang pejabat daerah yang pada masanya memiliki peran penting dalam pemerintahan. Pada tahun 1988, ketika sang ayah mendapat tugas sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka, keluarga mereka pun berpindah ke Maumere, Flores.
Perpindahan itu menjadi awal perjalanan hidup Roy di tanah Flores. Di sana ia menjalani masa remaja, bergaul dengan lingkungan yang beragam, dan belajar memahami kehidupan dari sudut pandang yang lebih luas. Pendidikan menengahnya diselesaikan di Ende, dan pada tahun 1997 ia lulus dari Sekolah Teknik Menengah (STM).
Selepas sekolah, Roy tidak langsung menapaki dunia politik. Ia menjalani kehidupan sebagaimana anak muda pada umumnya, bekerja, belajar, dan perlahan mendalami bidang otomotif yang menjadi salah satu minatnya. Pengalaman itu memberinya kesempatan untuk memahami kehidupan masyarakat dari dekat, termasuk berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi banyak keluarga di Nusa Tenggara Timur.
Mereka yang mengenalnya sejak lama menggambarkan Roy sebagai pribadi yang humoris, periang, dan mudah bergaul. Senyum dan tawanya kerap mencairkan suasana. Ia juga dikenal sebagai sosok yang perhatian terhadap teman-teman maupun masyarakat di sekitarnya. Karakter inilah yang membuatnya memiliki jaringan pergaulan yang luas dan hubungan yang baik dengan berbagai kalangan.
Memasuki tahun 2014, Roy mulai menapaki dunia politik secara lebih serius. Berbekal pengalaman hidup, kemampuan berkomunikasi, serta kedekatannya dengan masyarakat, ia membangun kepercayaan publik sedikit demi sedikit. Perjalanan politik itu tidak selalu mudah, namun ketekunan dan konsistensinya membawanya hingga dipercaya masyarakat untuk duduk sebagai anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Di lembaga legislatif, Roy dikenal aktif menyuarakan berbagai aspirasi masyarakat. Baginya, jabatan bukan sekadar posisi politik, melainkan sarana untuk memperjuangkan kebutuhan rakyat yang telah memberikan kepercayaan kepadanya. Kedekatannya dengan warga membuatnya memahami berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga kebutuhan ekonomi rakyat kecil.
Perjalanan Roy Babys menjadi bukti bahwa pengabdian tidak mengenal batas wilayah. Meski sempat tumbuh dan menghabiskan masa mudanya di Flores, hatinya tetap tertaut dengan kampung halaman. Ketika kesempatan datang, ia memilih kembali dan memberikan kontribusi bagi daerah asalnya.
Hari ini, Roy Babys dikenal bukan hanya sebagai anggota dewan, tetapi juga sebagai sosok yang berusaha menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah. Dari Flores ia membawa pengalaman, dari kampung halaman ia memperoleh kepercayaan, dan melalui politik ia memilih jalan pengabdian.
Bagi banyak orang yang mengenalnya sejak kecil, Roy tetaplah pribadi yang sama : ramah, penuh canda, dan mudah tertawa. Hanya saja kini, di balik senyum yang akrab itu, ada tanggung jawab besar sebagai penyambung suara masyarakat Timor Tengah Selatan.

