Tak Sesuai Kesepakatan Awal, Program CSR Robohkan Ratusan Pohon Asam Di Oebelo TTS

Ket Foto : Hendrikus Babys 

Liputan TIM 
Editor Redaksi 

Timor Tengah Selatan||Soepost.com,- Hendrikus Babys Anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan asal Fraksi Nasdem mengatakan pekerjaan pembersihan lahan program cetak sawah rakyat yang dikerjakan di Desa Oebelo tidak sesuai kesepakatan awal antara kontraktor dengan masyarakat hingga mengakibatkan dirobohkan nya ratusan pohon asam yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.

"Saya merupakan salah satu masyarakat yang kurang lebih sudah 6 tahun memperjuangkan persawahan di Desa Oebelo", Ucap Heba 

"Terkait program cetak sawah rakyat di Desa Oebelo sepenuhnya saya juga sangat mendukung, namun dalam perjalan ada kesepakatan yang menurut saya telah dilanggar.", 

"Waktu awal, sepakat dengan kontraktor untuk pembersihan lahan cetak sawah rakyat ini hanya dilakukan pada lahan-lahan tidak produktif dan yang ditumbuhi pohon duri alias pohon kabesak saja, Sedangkan untuk pohon asam jangan di robohkan.",

"Sekarang yang terjadi lain, ratusan pohon asam sudah dirobohkan. Padahal sebelum masyarakat Oebelo tau kerja sawah, ekonomi masyarakat itu dibantu lewat pohon-pohon asam yang telah dirobohkan itu." Tegas Hendrikus Babys

"Sehingga program yang awalnya bagus ini, jangan sampai hadir untuk menghancurkan Desa Oebelo dengan merusak ratusan pohon asam. Saya sangat sayangkan kejadian ini, sama saja program masuk dan hancurkan identitas Desa Oebelo.",

"Perlu diketahui, bahwa Desa Oebelo merupakan salah desa penghasil asam terbesar. Kenapa program ini kesepakatan lain dikerjakan lain. Kenapa pekerjaan ini tidak penataannya tidak diperhatikan. Kan sesuai pendataan yang dirobohkan itu hanya pohon duri bukan pohon asam.",

"Untuk itu, saya anggap ini adalah pengrusakan dan saya minta agar pihak Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Dinas Pertanian Kabupaten Timor Tengah Selatan harus mempertanggungjawabkan kejadian ini.", 

"Saya anak asli yang dukung program cetak sawah tapi bukan robohkan pohon asam, asam itu tumbuh sudah bertahun-tahun baru bisa berbuah dan sangat membantu masyarakat. Kenapa dirobohkan, untuk alasan apapun tidak dibenarkan pohon asam dirobohkan karena sudah sesuai kesepakatan awal bahwa hanya lahan yang tidak produktif yang dibersihkan untuk lahan cetak sawah rakyat dan pohon duri/kabesak yang dirobohkan."

"Berbicara tentang ketersediaan air, perlu diketahui bahwa sungai noemuke itu sungai yang di musim tertentu kering bukan airnya mengalir sepanjang tahun. Dan untuk Oebelo, Sungai Noemuke hanya bisa mengairi kurang lebih 500 sampai 800 Hektar saja." 

"Saya juga perlu sampaikan bahwa sekitar tahun 1991 pernah terjadi kelaparan dan masyarakat bertahan hidup hanya karena buah pohon asam. Untuk itu, semua kearifan lokal ini harusnya dijaga bukan seenaknya dirusak."

"Dari pohon dan buah asam, masyarakat bisa mendapatkan uang, dari pohon dan buah asam masyarakat bisa bangun rumah, dari pohon dan buah asam masyarakat bisa beli motor, dan dari pohon dan buah asam banyak anak-anak Oebelo bisa sekolah",

"Kita juga butuh hutan untuk menjaga ekosistem serta keseimbangan hidup karena hutan juga adalah paru-paru bumi, apa jadinya kalau dirusak. Sehingga untuk kejadian ini, saya akan tetap bersuara untuk menuntut adanya pertanggungjawaban atas kejadian ini." 

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2020 soepost.com ™ Member Of Kupang Online Network ®