Editor Redaksi
Timor Tengah Selatan||Soepost.com,- Dugaan pengrusakan ratusan pohon Asam Timor di lahan masyarakat yang berada di Desa Oebelo Kecamatan Amanuban Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan akibat dampak dari program cetak sawah rakyat, secepatnya akan segera dilaporkan ke Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Hal ini disampaikan Hendrikus Babys anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan dari fraksi Nasdem, saat ditemui media ini akhir pekan lalu.
"Untuk program kegiatan cetak sawah rakyat di Desa Oebelo Kecamatan Amanuban Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan saya minta Kementerian Pertanian untuk melakukan peninjauan kembali terhadap program tersebut",
"Kenapa saya minta ada peninjauan kembali terhadap program tersebut, karena khusus wilayah desa-desa di wilayah selatan adalah daerah penghasil asam yang selama ini sebelum ada program cetak sawah pun sudah sangat membantu masyarakat. Sesuai hasil penelitian, Kabupaten Timor Tengah Selatan juga merupakan daerah penghasil asam terbesar di Nusa Tenggara Timur dan dalam penelitian wilayah selatan merupakan penghasil asam. Kalau Timor Tengah Selatan merupakan daerah penghasil asam, kenapa produksi asam harus dikasih mati." Ungkap Hendrikus Babys
"Karena itu, mewakili masyarakat saya akan melaporkan kondisi ini ke Pemerintah Pusat karena sesuai fakta dilapangan kondisi yang terjadi sekarang masuk dalam kategori pengrusakan lingkungan dan alam."
"Selama ini, sadar atau tidak sadar. Pohon Asam yang menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan dan menjadi paru-paru bumi. Selain itu, pohon asam ini merupakan ciri khas wilayah Timor Tengah Selatan bagian Selatan yang mampu bertumbuh dan bertahan disetiap cuaca."
"Ini pemerintah daerah juga sama saja, program kasih rusak lahan masyarakat pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten tutup mata seakan tidak pernah ada dampak dari program CSR.",
"Konsultan pengawas saya minta untuk turut bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi, kalau pemerintah provinsi dan kabupaten terkesan tutup mata terhadap pekerjaan ini maka saya curiga ada main mata dan kerjasama untuk merusak lingkungan di desa-desa di wilayah selatan kabupaten Timor Tengah Selatan. Tegas Hendrikus Babys
"Kalau buka lahan sawah terus kekeringan, orang mau tanam padi bagaimana sedangkan pohon asam walaupun hujan dan kering asam tetap hidup. Kerja sawah itu harus ada modal pak, bukan asal nama kerja. Kalau pohon asam, sampai musim nya tinggal berbuah dan masyarakat ambil hasil."
"Pohon Asam ini, juga lindungi kami dari berbagai cuaca dan musibah banjir selama ini. Sedangkan disisi lain pemerintah suruh tanam sejuta pohon, di sini kita kasih rusak. Ini durhaka terdapat alam dan durhaka terhadap Tuhan."
"Waktu reses Pak Viktor, sudah ada larangan untuk penebangan pohon asam, kenapa harus di tumbangkan. Sehingga dalam waktu dekat, saya sudah siap untuk melaporkan kondisi ini ke Pemerintah pusat." Pungkas Hendrikus Babys

