"Atas nama pribadi, keluarga, dan pemerintah Timor Tengah Selatan saya menyampaikan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Institut Pendidikan Soe yang telah menunjukkan eksistensi yang luar biasa sebagai salah satu perguruan tinggi kebanggaan Timor Tengah Selatan. Ini adalah bukti nyata bahwa dari Soe kita mampu melahirkan pendidik-pendidik hebat.",
"Hadirin yang saya hormati, Rapat Senat Terbuka ini bukan sekadar seremonial akademik. Ini adalah momentum refleksi sejauh mana dunia pendidikan tinggi telah menjawab tantangan zaman dan menjawab kebutuhan daerah kita. Saya mencatat ada tiga hal penting yang ingin saya sampaikan pada kesempatan saat ini."
"Pertama, tentang peran strategis pendidikan di TTS. Angka stunting, kemiskinan ekstrem, dan angka putus sekolah masih menjadi pekerjaan kita bersama. Kunci dari semua itu adalah pendidikan dan jiwa dari pendidik itu sendiri adalah guru. Dibutuhkan guru yang berdedikasi. Oleh karena itu, kehadiran Pendidikan Soe sangat strategis karena IPS adalah pabriknya calon pemimpin pendidikan di Timor Tengah Selatan. Saya berharap kurikulum di sini tidak hanya berorientasi nasional tetapi juga memasukkan muatan lokal Timor Tengah Selatan. Saya berharap kurikulum di sini tidak hanya berorientasi nasional tetapi juga memasukkan muatan lokal Timor Tengah Selatan.",
"Kedua. pesan khusus untuk para wisudawan wisudawati. Anak anak ku, para wisudawan yang saya banggakan, hari ini adalah hari bahagia. Di balik toga yang kalian kenakan ada air mata dan doa orang tua. Ada mama yang jual hasil kebun, ada bapak yang kerja banting tulang demi kalian bisa kuliah. Jangan pernah lupakan itu. Hari ini bukan akhir tapi awal pengabdian yang sesungguhnya. Saya berpesan, jadilah guru yang adaptif, kuasai teknologi, kuasai digital, kuasai AI, tetapi jangan pernah melupakan akar budaya dan nilai-nilai Atoin Meto, Ajarkan anak-anak kita untuk bangga menjadi orang Timor. Jadilah guru yang berkarakter. TTS butuh guru yang jujur, disiplin, bekerja dengan tulus karena satu guru yang baik bisa mengubah nasib satu kampung."
"Ketiga, tentang sinergi pemerintah dan perguruan tinggi. Pemerintah Kabupaten TTS tidak dapat bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan dunia akademik sebagai mitra strategis pembangunan. Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya membuka ruang sinergi yang nyata. Kami mengundang Institut Pendidikan Soe untuk terlibat langsung dalam KKN tematik di desa-desa prioritas stunting dan kemiskinan ekstrem. Kami juga membutuhkan kolaborasi riset dan pengabdian dari Bapak Ibu dosen untuk membantu memetakan dan menyelesaikan persoalan literasi dan numerasi di SD dan SMP.",
"Untuk itu, Pemkab TTS siap mendukung penguatan sumber daya manusia dan peningkatan akreditasi program studi. Karena itu, kami percaya perguruan tinggi di Soe ini maju. Maka kualitas SDM di TTS juga pasti akan maju.", Ungkap Denny Nubatonis
"Hadirin yang berbahagia, mengakhiri sambutan ini, saya menyampaikan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan wisudawati. Selamat atas gelar dan pencapaian yang telah diraih. Terima kasih kepada para dosen yang telah membimbing dengan sabar dan kepada orang tua yang telah mendoakan dan berkorban tanpa henti. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi bekal untuk mengabdi dan menjadi berkat bagi keluarga, masyarakat, dan daerah." Pungkas Penjabat Sekda TTS, Denny Nubatonis, S.Sos., M.Si

