Editor Redaksi
Spaha||Soepost.com,- Falsat P.Y. Sabuna Kepala Desa Spaha Kecamatan Kolbano Kabupaten Timor Tengah Selatan sangat bersyukur, bangga dan terharu karena Desa Spaha diberikan kepercayaan untuk menjadi tuan rumah pergelaran Festival Pesisir Selatan tahun 2026.
"Mewakili semua masyarakat Desa Spaha, kami merasa sangat bersyukur dan penuh rasa haru serta bangga karena hari ini menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan festival pesisir Selatan tahun 2026." Kata Falsat atau yang lebih baik di sapa Li Sabuna.
Masih menurut orang nomor satu di Desa Spaha, "Dengan momentum project ini, masyarakat Desa Spaha bisa dikunjungi tokoh-tokoh penting dan dari Project ini masyarakat Desa Spaha bisa merasakan manfaatnya",
Falsat mengatakan bahwa Kegiatan ini merupakan kegiatan yang pertama kali dilakukan di Desa Spaha Kecamatan Kolbano Kabupaten Timor Tengah Selatan.
"Festival Pesisir Selatan yang untuk pertama kalinya dilaksanakan ini, merupakan bagian dari Program WE NEXUS. Membangun perdamaian berkelanjutan bagi perempuan dan anak perempuan di desa di Indonesia dengan mencegah konflik dan mitigasi risiko iklim, serta mendorong resiliensi komunitas adalah tujuan dari WE NEXUS dari UN Women yang didukung oleh KOICA.",
"Di Nusa Tenggara Timur, UN Women bekerja sama dengan CIS Timor dan Save the Children dalam melaksanakan program di tujuh desa. Program WE NEXUS ikut berkontribusi pada perubahan kebijakan dan penguatan kelembagaan di tingkat lokal. Kolaborasi lintas pihak mendorong lahirnya Peraturan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor 9 Tahun 2025 tentang Pencegahan Konflik Sosial, serta pembentukan tujuh satuan tugas desa yang berperan dalam memperkuat kohesi sosial, kesiapsiagaan bencana, dialog antar warga, serta pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Di Kabupaten Timor Tengah Selatan, program ini telah mendukung perempuan dan anak muda dari Desa Spaha, Oetuke, dan Tuapakas untuk berpartisipasi aktif dalam perencanaan pembangunan desa.",
"Di acara ini, pembelajaran dari program WE NEXUS dalam melibatkan dan memberdayakan perempuan dan orang muda untuk pembangunan perdamaian, penanggulangan bencana, dan perubahan iklim disampaikan melalui talk show oleh perwakilan desa Spaha, Tuapakas, Oetuke, Raknamo, Manusak, Tonaku, dan Camplong. Talk show ini memberikan kesempatan untuk belajar, bertukar pengalaman dan praktik baik, serta bersama membangun ekosistem yang mendukung kepemimpinan perempuan dan orang muda.",
“Perempuan berperan besar dalam menjaga perdamaian, memperkuat komunitas, dan membantu masyarakat tetap tangguh menghadapi bencana dan perubahan iklim.
Sehingga dengan Festival ini menjadi ajakan bagi kita semua untuk mengangkat dan mendukung mereka yang sudah beraksi, berinovasi, dan memimpin perubahan di komunitasnya. Bersama-sama, kita bisa membangun masa depan yang lebih adil dan damai untuk semua.” Pungkas Falsat P.Y. Sabuna

