![]() |
| Ket Foto : Foto Ilustrasi |
Liputan Magel Tohana Soepost.com
Yohana Sila salah satu penerima bantuan beras pangan di Desa Eno Nabuasa menyampaikan kepada media ini bahwa ia merasa pemerintah desa secara sepihak mengalihkan bantuan beras pangan miliknya kepada orang lain tanpa penjelasan.
"Saya di kasih surat undangan untuk ambil beras pangan di kantor desa dan sudah berulang kali kesana tetapi selalu saja menemui alasan. Tidak tau kenapa beras saya dialihkan. Saya tidak pernah diberi tahu apa-apa sebelumnya," ujar Yohana Sila, Selasa, 10 Maret 2026.
Lebih lanjut Ia menceritakan, pernah mendatangi kantor desa sebanyak 4 kali untuk menanyakan bantuan beras pangan miliknya, tapi jawaban Pemerintah Desa Eno Nabuasa bahwa bantuan miliknya sudah dialihkan sesuai dengan aturan pemerintah pusat.
"Saya tanya bantuan beras milik saya, kepala desa bilang "mama punya sudah di alihkan, karena lewat 5 hari jadi kami pikir mama tidak butuh jadi dialihkan ke orang lain sesuai aturan dari pusat," jelas Yohana Sila menirukan ucapan kepala desa Eno Nabuasa.
Pihaknya merasa kecewa dengan tindakan Pemerintah Desa Eno Nabuasa yang tidak transparan dalam pelayanan.
"Kami sangat membutuhkan beras itu untuk kebutuhan sehari-hari. Tapi sekarang malah dialihkan tanpa kami tau, apakah ada aturan yang lewat 5 hari bantuan bisa di alihkan?." tanya Yohana.
Ia berharap pemerintah atas segera menyelesaikan masalah ini dan memastikan bantuan beras dapat diterima seperti biasa. Mereka juga meminta transparansi tentang pengalihan bantuan tersebut.
Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Desa Eno Nabuasa belum memberikan klarifikasi secara resmi terkait persoalan ini walau telah dihubungi awak media di nomor 081****46 pribadi miliknya.

