Lomba Cerita Paskah Dalam Bahasa Dawan Hiasi Perayaan Paskah Di Gereja GMIT Yunus Nunumeu

Ket Foto : Foto Istimewa 

Tim Soe Post
Editor Redaksi 

Kota SoE||Soepost.com,- Dalam rangka melestarikan budaya di tengah arus modernisasi, Gereja GMIT Yunus Nunumeu menggelar Lomba Cerita Paskah Bahasa Dawan antar rayon dalam lingkungan Gereja GMIT Yunus Nunumeu.

Ferdinan Isu Ketua Panitia Kegiatan saat yang kepada media ini mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai upaya melestarikan budaya ditengah arus modernisasi.

"Lomba cerita paskah dalam bahasa dawan ini kami lakukan dengan tujuan sebagai upaya untuk tetap melestarikan budaya di tengah arus modernisasi. Ucap Ferdinan Isu Senin 6 Mei 2026

Ferdinan Isu juga mengatakan Lomba Cerita Paskah Dalam Bahasa Dawan antar rayon ini merupakan rangkaian kegiatan perayaan paskah tahun 2026, dan dikuti oleh 19 peserta.

"Dengan antusias dan partisipasi peserta yang banyak, menjadi langkah awal yang cukup menggembirakan bagi kami panitia. Ini menunjukkan adanya kesadaran untuk menjaga dan melestarikan budaya, di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat."

"Selain itu,  dengan Keinginan untuk terlibat saja sudah merupakan langkah positif dari anak-anak. Di tengah era modern ini, budaya mulai terpinggirkan. Karena itu, kegiatan ini menjadi momen penting untuk mengingatkan generasi muda agar memahami jati diri mereka, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,”

"Ferdinan menilai bahwa jika para peserta mendapatkan pendampingan yang baik, dalam dua tahun ke depan maka mereka berpotensi menjadi motivator bagi generasi berikutnya, bahkan dapat berkembang menjadi duta budaya di tingkat yang lebih luas, tidak hanya di lingkungan gereja." Ungkap Ferdinan Isu

Sementara Ketua Majelis GMIT Yunus Nunumeu, Pdt. Elfis L. Y. Lenamah, M.Th., memberikan apresiasi kepada seluruh panitia, pengajar PART, serta anak-anak yang telah menggagas dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa lomba ini menjadi salah satu jawaban atas tantangan zaman yang berpotensi menjauhkan generasi muda dari bahasa dan budaya ibu mereka.

“Kegiatan ini sangat membantu kita dalam menghadapi tantangan kemajuan yang bisa mengasingkan anak-anak dari identitas budaya mereka. Gereja memiliki peran penting untuk terus menghadirkan ruang-ruang kreatif seperti ini,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga dilaksanakan bertepatan dengan Bulan Budaya dan Bahasa GMIT serta menjadi bagian dari perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026. Hal ini semakin memperkuat makna kegiatan sebagai upaya kolaboratif antara gereja dan dunia pendidikan dalam membangun kesadaran budaya bagi generasi muda.

Adapun dewan juri dalam lomba ini terdiri dari Dr. Margarita D. I. Ottu, M.Pd, Anderias Nenokeba, S.Pd, dan Pdt. Elfis L. Y. Lenamah. Setelah melalui proses penilaian, berikut para pemenang lomba :

Juara 1: Teresia A. Selan (Rayon Getsemani), Total skor 93,25

Juara 2: Jeni Tobe (Rayon Bethania) , Total skor 92,83

Juara 3: Jesika Mone (Rayon Getsemani),Total skor 92

Harapan 1: Felisyane Tamonob (Rayon Sinai), Total skor 90,33

Harapan 2: Ivana Litelnoni (Rayon Sinai), Total skor 84,58

Harapan 3: Aprilia Kase (Rayon Nekhalan), Total skor 84,25

Melalui kegiatan ini, diharapkan upaya pelestarian budaya dan bahasa daerah terus dikembangkan sebagai bagian dari pelayanan gereja, sekaligus menjadi sarana pembentukan karakter generasi muda yang berakar pada nilai-nilai budaya dan iman. 

Terhadap kegiatan ini Dr. Margarita D. I. Ottu, M.Pd, salah juri pada kegiatan tersebut saat dimintai tanggapannya mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah inspiratif. 

"Lomba Cerita Paskah Dalam Bahasa Dawan antar rayon GMIT Yunus Nunumeu 2026 merupakan langkah inspiratif dalam merawat identitas budaya di tengah arus modernisasi. Kegiatan ini tidak hanya menumbuhkan kecintaan generasi Gen Z terhadap bahasa daerah, tetapi juga mengintegrasikan nilai iman dan budaya secara kontekstual, sehingga keduanya tetap hidup dan relevan." Ucap Ince sapaan Akrab untuk Dr. Margarita Ottu

Dirinya berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut dan berkembang.

"Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan berkembang, melahirkan generasi muda yang bangga akan jati dirinya, aktif melestarikan Bahasa Dawan, serta mampu menjadi duta budaya yang membawa nilai-nilai lokal ke tingkat yang lebih luas." Pungkas Dr. Margarita Ottu 

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2020 soepost.com ™ Member Of Kupang Online Network ®