Perwakilan CIS Timor melalui Staf Lapangan, Toni Eluama, mengatakan bahwa audiensi dengan Bappeda Timor Tengah Selatan kali ini lebih menyasar stakeholder OPD, khususnya OPD perencanaan. Berbeda dengan audiensi di DPRD kemarin yang fokus pada pengawasan, kali ini pembahasannya lebih pada kendali perencanaan di seluruh OPD.
"Kegiatan hari masih sama seperti beberapa waktu kemarin di Komisi II DPRD TTS, hari ini kita audiens lagi dengan Bappeda TTS dan kali ini kita lebih fokus ke stakeholder OPD perencanaan",ucap Toni Eluama
Toni menjelaskan, fokus utama yang ingin diperkuat adalah isu perempuan, energi, serta UMKM dan ekonomi perempuan.
“Kami ingin memastikan perencanaan di OPD mana saja yang sudah memasukkan isu-isu tersebut, agar bisa diperiksa dan diperkuat. Kalau belum ada yang menyentuh perencanaan terkait perempuan, kami berharap Bappeda bisa mengarahkan sesuai usulan dan saran dari kelompok-kelompok dampingan, terutama di tiga desa,” ujarnya.
Menurutnya, harapan CIS Timor tidak hanya untuk tiga desa dampingan, tetapi agar setiap OPD benar-benar memasukkan kebutuhan perempuan dalam perencanaannya. Selama ini, kata Toni, memang ada item kegiatan yang tersirat untuk perempuan, tetapi eksekusinya hampir tidak terlihat bersentuhan langsung dengan kebutuhan perempuan.
Terkait permintaan utama dalam audiensi, Toni menyebut ada tiga hal. Pertama, perencanaan kegiatan yang berkaitan dengan kepentingan dan kebutuhan perempuan. Kedua, perencanaan energi baru terbarukan/EBT.
“Untuk TTS, energi terbarukan masih belum familiar. Kami melihat perhatian daerah sebatas pada bantuan PLTS, padahal itu belum maksimal. Apalagi desa dampingan kami seperti Minasmutis dan Pene Utara masih banyak dusun yang belum berlistrik. Kebutuhan perempuan akan energi sangat besar,” jelasnya.
Ketiga, perencanaan ekonomi khusus perempuan. “Beberapa OPD memang punya program, tapi eksekusinya tidak maksimal. Kami minta ada perhatian khusus dalam perencanaan dan pemeriksaan perencanaan, agar pengembangan ekonomi perempuan lebih detail, terarah, terukur, dan di bawah sistem pengawasan yang kuat,” tegas Toni.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Timor Tengah Selatan, Nikson Nomleni, S.Sos.,M.Si, mengapresiasi dan berterima kasih atas kerja CIS Timor yang menurutnya sangat dirasakan manfaatnya, terutama pada isu ketahanan pangan dan isu strategis nasional.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada CIS Timor atas atensinya dan mendukung penuh hal ini serta kami akan menyampaikannya ke Bapak Bupati TTS untuk di tindak lanjuti",ucapnya
Lebih lanjut, ia menekankan pemberdayaan ekonomi, khususnya UMKM, sebagai fokus utama.
“Dinas yang melekat pada urusan ini adalah Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Petugasnya harus berperan dalam branding dan pemasaran. Contohnya madu, label, hingga Hak Kekayaan Intelektual/HKI untuk motif tenun kita. Kita sudah punya HKI untuk motif-motif TTS, tapi ada yang meniru. Karena itu saya minta Dinas Koperasi dan UMKM mendorong pelaku UMKM untuk mematenkan produknya,” tegasnya.
Terkait pemasaran, ia mengusulkan agar produk UMKM seperti madu dititipkan dan dipasarkan di semua stan pameran.
“Bila perlu kita kumpulkan di semua tempat. Nanti saya sampaikan ke Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati untuk menjemput dan menaruhnya di setiap stan. Dengan begitu kita bisa segera mendapat jalan keluar,” katanya.

