Hal tersebut disampaikan langsung olehnya dalam rapat bersama eksekutif di Kantor DPRD TTS beberapa waktu lalu.
Ia mengatakan, akses jalan di Desa Taiftob saat ini lumpuh total akibat longsor sehingga sangat mengganggu aktivitas masyarakat.
"Kami minta perhatian serius dari Pemda. Infrastruktur jalan ini vital bagi masyarakat. Jika tidak segera ditangani, akan berdampak pada akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi warga," ujarnya kepada media ini, Jumat (22/8/2026).
Uria menjelaskan, akibat longsor tersebut aktivitas warga terhenti total. Beberapa rumah yang berada di sekitar titik longsor juga terpaksa dikosongkan karena pemiliknya mengungsi.
"Dampak longsor ini sangat mengganggu. Beberapa rumah di sekitar lokasi longsor sudah dikosongkan karena pemiliknya mengungsi," ungkapnya.
Uria berharap Pemerintah Daerah Timor Tengah Selatan melalui dinas terkait dapat segera menurunkan tim teknis untuk melakukan penanganan darurat di lokasi longsor.
Ia juga berharap ada alokasi anggaran tanggap darurat dan perbaikan permanen agar akses jalan masyarakat bisa kembali normal sebelum musim hujan tiba.
"Kami berharap Pemda segera hadir di tengah masyarakat. Jangan sampai keterlambatan penanganan membuat masyarakat semakin kesulitan," pungkasnya.

