"Gambaran sederhananya, antara bulan Juni atau Juli kontainer atau pos pelayanan ini mulai dipersiapkan dengan tujuan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dalam wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan." ujarnya
Ia menjelaskan, penempatan kontainer kesehatan ini bertujuan menjangkau masyarakat, khususnya di area pasar yang ramai dikunjungi warga. Dengan demikian, akses layanan kesehatan bisa lebih mudah dan terbuka untuk semua golongan.
"Tujuan kami menempatkan di sini agar bisa menjangkau dan melayani masyarakat umum yang bisa mengakses. Karena ini di area umum, ada pasar, masyarakat yang lalu lalang bisa langsung ke sini," katanya.
Terkait tenaga kesehatan, Marthen Natonis menyebut pihaknya masih berkoordinasi. Untuk pengelolaan dan manajemen, sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah.
"Kami serahkan ke Pemerintah Daerah. Tapi kami dari satu fraksi di DPD akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap penempatan dan perjalanan program ini oleh Pemerintah Daerah," tegasnya.
Marthen juga menyampaikan data nasional. Saat ini ada sekitar 25.000 kontainer kesehatan yang disiapkan di seluruh Indonesia. Khusus di NTT, baru ada dua titik, yakni di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan di Sumba Barat Daya.
"Jadi hari ini kita langsung launching bersamaan dengan tempat parkir elektronik," lanjutnya.
Ia berharap fasilitas ini bisa dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat TTS. Pelayanan akan dibuka pada jam-jam kerja dan bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
"Ini fasilitas yang bisa dipakai oleh siapa saja. Soal mekanisme dan teknis pelayanan, akan diurus oleh teman-teman yang ditugaskan di sini, yakni dari Puskesmas Kota," tutup Ketua Komisi I DPRD TTS tersebut.
Akhir kata, Ia mengapresiasi semua pihak, termasuk rekan-rekan media, yang telah memberi ruang untuk menyampaikan program ini demi kebaikan masyarakat TTS.

