IPS Lepas 92 Wisudawan dan Wisudawati


Liputan TIM 
Editor Redaksi 

Timor Tengah Selatan||Soepos.com,- Bertempat di GOR Nekmese Soe, Sabtu 24 Oktober 2026, Institut Pendidikan Soe (IPS) melepas 92 wisudawan dan wisudawati dalam Rapat Terbuka Senat Institut Pendidikan Soe dalam rangka Wisuda ke-4 Program Sarjana Tahun 2026.

Ket Foto : Ared J. Billik, ST., M.Si

Rektor Institut Pendidikan Soe, Ared J. Billik, ST., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi. Ia berpesan agar para sarjana tidak hanya mengejar keberhasilan pribadi, tetapi juga memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.

“Hari ini dengan bangga kita melepas 92 lulusan. Atas nama seluruh keluarga besar Institut Pendidikan Soe, saya mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati,” ungkap Ared.

Ia mengingatkan bahwa perjalanan menuju kelulusan bukanlah sesuatu yang mudah. Para mahasiswa harus melewati berbagai tugas, ujian, kelelahan, serta tantangan selama menjalani proses perkuliahan.

“Anak-anakku yang saya banggakan, perjalanan menuju hari ini tentu tidak selalu mudah. Ada berbagai tugas yang harus kalian laksanakan, ujian, rasa lelah, dan mungkin juga saat-saat ketika kalian hampir menyerah. Tetapi kalian tetap bertahan. Hari ini adalah bukti bahwa kerja keras, ketekunan, dan doa tidak sia-sia,” ujarnya.

Rektor juga menyampaikan terima kasih kepada para orang tua dan keluarga yang telah memberikan dukungan selama proses pendidikan para wisudawan.

Menurutnya, keberhasilan yang dirayakan dalam prosesi wisuda tersebut bukan hanya milik para lulusan, melainkan juga hasil pengorbanan, kerja keras, dan doa keluarga yang selama ini mendampingi mereka.

“Di balik toga yang dikenakan hari ini, ada pengorbanan, ada kerja keras, dan doa yang mungkin tidak pernah terlihat. Anak-anakku, janganlah lupakan orang-orang yang telah mendukung kalian sampai di titik ini. Keberhasilan hari ini juga milik mereka,” tuturnya.

Sebanyak 92 wisudawan yang dilepas pada tahun ini berasal dari lima program studi, yakni Pendidikan Bahasa Inggris sebanyak 10 orang, Pendidikan Biologi 10 orang, Pendidikan Fisika 7 orang, Pendidikan Matematika 18 orang, serta Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) sebanyak 47 orang.

Dalam kesempatan itu, Ared juga memaparkan perjalanan perkembangan lembaga pendidikan tersebut. Berawal dari Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Soe, lembaga ini kemudian berubah bentuk menjadi Institut Pendidikan Soe pada tahun 2022.

Ia menyebut, selama lebih dari dua dekade, lembaga tersebut telah menghasilkan ratusan alumni yang tersebar di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), berbagai wilayah di Nusa Tenggara Timur, hingga daerah lain di Indonesia.

Para alumni tersebut berkiprah di berbagai bidang, mulai dari mengabdi sebagai guru, membangun usaha mandiri, hingga melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Untuk memperluas kesempatan pendidikan, IPS membuka Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga dan Pendidikan Kimia pada 2024. Tahun ini, pihaknya juga telah mengusulkan empat program studi baru, yakni Psikologi, Sistem Informasi, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Hukum.

Namun, Ared menjelaskan bahwa usulan pembukaan program studi baru tersebut masih melalui proses sesuai ketentuan yang berlaku.

Di bidang peningkatan mutu pendidikan, Ared menyampaikan bahwa Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Fisika telah memperoleh akreditasi dengan status Baik Sekali dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK).

Sementara itu, sejumlah program studi lainnya, yakni Pendidikan Bahasa Inggris, PGSD, Pendidikan Biologi, Pendidikan Kimia, dan Pendidikan Kepelatihan Olahraga, sedang menunggu jadwal asesmen lapangan untuk proses peningkatan akreditasi.

“Kami berharap proses-proses tersebut dapat terselesaikan dan hasilnya dapat diterima paling lambat pada Desember 2026. Dengan kerja keras seluruh tim, kami optimistis program-program studi ini akan memperoleh hasil terbaik. Tentu keputusan akhirnya tetap menjadi kewenangan LAMDIK,” jelasnya.

Rektor menegaskan bahwa pendidikan tinggi tidak boleh menjadi harapan yang terlalu jauh bagi anak-anak di daerah. Karena itu, IPS terus berupaya memperluas akses pendidikan melalui berbagai skema bantuan dan beasiswa.

Program tersebut antara lain KIP Kuliah, beasiswa bagi mahasiswa dari GAMKI dan GMKI, serta beasiswa dari pemerintah pusat.

Selain itu, IPS menyediakan program beasiswa IPS Plus bagi guru-guru sekolah dasar milik Gereja Masehi Injili Timor (GMIT) yang belum memiliki gelar sarjana agar dapat melanjutkan pendidikan tinggi.

Program IPS Plus telah menjangkau sejumlah wilayah pelayanan GMIT, tidak hanya di Kabupaten TTS, tetapi juga Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Belu, Malaka, Alor, Pantar, Kabupaten Kupang, Rote, dan Sabu.

“Kami percaya ketika seorang guru diberi kesempatan untuk bertumbuh, manfaatnya akan dirasakan pula oleh anak-anak yang diajarnya. Inilah salah satu bentuk dukungan kami terhadap visi dan misi pelayanan GMIT di wilayah Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat,” katanya.

Pada tahun ini, IPS juga bekerja sama dengan GAMKI Kabupaten TTS untuk memberikan beasiswa kepada putra-putri daerah. Melalui berbagai program tersebut, pihak kampus berharap semakin banyak anak muda dan guru yang memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan tinggi.

Menutup sambutannya, Ared berpesan agar para lulusan tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar sarjana. Ia meminta para wisudawan bekerja dengan jujur, berani memulai dari hal-hal kecil, serta tetap rendah hati dalam menjalani setiap pilihan hidup.

Menurutnya, gelar sarjana merupakan pencapaian penting, tetapi kontribusi nyata kepada sesama menjadi ukuran yang lebih bermakna dalam perjalanan hidup seseorang.

“Anak-anakku, para lulusan, setelah hari ini jalan kalian mungkin berbeda. Ada yang menjadi guru, ada yang melanjutkan studi, ada yang bekerja di bidang lain atau memulai usaha. Apa pun pilihan kalian, bekerjalah dengan jujur. Teruslah belajar dan jangan takut memulai dari hal-hal kecil,” pesannya.

Ia juga mengingatkan para lulusan untuk menjaga nama baik almamater dan tidak melupakan daerah asal mereka.

“Gelar sarjana adalah pencapaian penting, tetapi manfaat yang kalian berikan kepada orang lain akan menjadi ukuran yang jauh lebih berarti. Bawalah nama baik almamater, tetaplah rendah hati, dan janganlah lupakan tanah tempat kalian berasal,” tegasnya.

Ared berharap para lulusan IPS kelak tidak hanya berhasil untuk diri sendiri, tetapi juga mampu membawa perubahan positif bagi keluarga dan masyarakat, serta berkontribusi bagi Republik Indonesia.

Pada akhir sambutannya, ia menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Perguruan Tinggi Soe, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Sinode GMIT, GAMKI, PIKI, GMKI, para mitra, dosen, tenaga kependidikan, serta orang tua yang telah mendukung perjalanan pendidikan di Institut Pendidikan Soe.

“Selamat kepada 92 wisudawan dan wisudawati. Semoga Tuhan menuntun setiap langkah kalian dan menjadikan kalian berkat di mana pun berada. Tuhan memberkati kita sekalian,” tutupnya.

Copyright © 2020 soepost.com ™ Member Of Kupang Online Network ®