Dana PIP Hangus, Orang Tua Minta Pihak Sekolah Tanggung Jawab

Ket Foto : Perwakilan Orang Siswa Saat Bertemu Tim Media

Tim Soe Post
Editor Redaksi 

Kualin||Soepost.com,- Sekitar enam puluh enam (66) orang tua siswa meminta pihak sekolah harus bertanggung jawab atas hangusnya Dana P.I.P bagi siswa 66 siswa-siswi penerima manfaat di Sekolah Dasar Inpres Taus Kecamatan Kualin Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Ditemui tim media, Domi Toni perwakilan orang tua siswa meminta agar pihak sekolah bertanggung jawab atas kejadian ini.

"Kenapa harus pihak sekolah yang paling bertanggung jawab sampai kondisi ini bisa terjadi, menurut kami karena. Pihak sekolah yang tahu informasi kalau dana PIP untuk anak-anak kami sudah ada atau belum, tentunya pasti ada informasi yang masuk ke pihak sekolah."

"Kemudian yang berikut, pada tanggal 08 April 2026. Pada saat rapat orang tua murid dengan pihak sekolah, kami baru diberikan informasi dari pihak sekolah untuk segera melengkapi dokumen guna pencairan bantuan PIP bagi anak-anak." 

"Setelah mendapat arahan dari pihak sekolah, kami mulai berproses ke BRI Unit Panite dengan membawa surat rekomendasi dari pihak sekolah. Setiba di kantor BRI kami diminta lagi untuk kembali melakukan aktifasi nomor rekening dan tahap itu pun kami lakukan. Tahapan itu kami lakukan dengan melengkapi beberapa persyaratan sampai ada orang tua bolak-balik Panite-Kualin untuk melengkapi dan setelah lengkap lalu petugas BRI Unit Panite mengatakan kalau dana PIP SDI Taus Hangus dan bermasalah." Ungkap Domi

"Kesal dengan kondisi tersebut, kami pertanyakan dan banyak informasi yang kami peroleh dari pihak BRI Unit Panite. Ada informasi uang PIP sudah masuk ke rekening tapi hangus, ada juga uang PIP sudah masuk tapi sudah ditarik kembali oleh negara. Sehingga yang kami ingin pastikan kenapa bantuan untuk anak-anak kami harus ditarik kembali oleh negara??? Padahal pihak sekolah baru kasih informasi ke kami orang tua di tanggal 08 April 2026, jika bantuan ini adalah dana bantuan tahun 2025. Kenapa selama tahun 2025, tidak ada informasi dan proses pencairan yang disampaikan kepada anak-anak kami." Ungkap Domi Toni

"Sehingga dari kejadian ini, kami minta pihak Sekolah Dasar Inpres Taus harus bertanggung jawab terhadap kejadian ini. Kami juga minta mantan Kepala Sekolah harus menjelaskan kepada kami tentang kondisi ini sehingga jelas dan kondisi ini tidak terulang lagi. Biar kami tahu, apakah dinas yang terlambat memberikan informasi ke sekolah, ataukah pihak sekolah yang terlambat kasih informasi ke kami orang tua siswa." Tegas Domi Toni

Sedangkan Anaci Biaf orang tua siswa juga menyampaikan informasi yang diperoleh saat berada di BRI Unit Panite.

"Saat di BRI, Petugas BRI sampaikan ke saya. Kalau dana PIP yang sedang kami proses tersebut adalah Dana di tahun 2025. Kata Petugas "Ini Dana PIP 2025, uang sudah cair di tanggal 14 Maret 2026. Data di Komputer kami ada penarikan. Soal penarikan, kami tidak tahu siapa yang tarik. Kalau untuk PIP tahun 2026, nanti cek di bulan Mei dan Juni." Tutur Anaci menirukan ucapan petugas BRI Unit Panite.

"Kami masyarakat biasa, kalau memang Bapak Presiden Prabowo sudah kasih bantuan untuk anak-anak lewat PIP. Jangan ada pihak-pihak yang terkesan mempersulit, karena yang kami tahu namanya bantuan tidak mungkin ditarik kembali oleh Pemerintah. Masa uang dua ratus sampai empat ratus ribu untuk anak sekolah Pemerintah tarik kembali.???? Ungkap Anaci.

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2020 soepost.com ™ Member Of Kupang Online Network ®