Perkuat Kesiapsiagaan, CIS Timor Indonesia dan Penabulu-Oxfam Simulasi Respon Peringatan Dini Banjir Bandang

Ket Foto : Haris Oematan 

Liputan TIM 
Editor Redaksi

Timor Tengah Selatan||Soepost.com,- Yayasan Circle of Imagine Society (CIS) Timor bersama Penabulu-Oxfam Perkuat Kesiapsiagaan melalui Simulasi Aksi Merespon Peringatan Dini dan Tanggap Darurat Banjir Bandang.

Kegiatan tersebut berlangsung pada tanggal 27-29 Juli 2026 di Kecamatan Amanuban Selatan,  Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur. 

Diketahui media ini, Kegiatan tersebut diselenggarakan melalui proyek Asia Community Transformation (ACT) Phase 2 yang dilaksanakan bersama Yayasan CIS Timor Indonesia dan Kecamatan Amanuban Selatan dipilih sebagai lokasi simulasi karena merupakan salah satu wilayah yang berulang kali terdampak bencana hidrometeorologi, terutama banjir akibat luapan sungai noelmina dan Daerah Aliran Sungai (DAS) Panite.

Direktur Yayasan CIS Timor Indonesia, Haris Oematan, mengatakan bahwa simulasi lapangan menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh sistem kesiapsiagaan yang telah dibangun benar-benar dapat dijalankan ketika masyarakat menghadapi ancaman bencana. 

"kesiapsiagaan tidak cukup dibangun melalui dokumen perencanaan. Yang terpenting adalah memastikan masyarakat, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan memahami perannya masing-masing dan mampu bekerja secara terkoordinasi ketika situasi darurat terjadi. Simulasi ini menjadi ruang belajar bersama untuk menguji sekaligus memperkuat sistem yang telah dibangun", Ujar Haris Oematan kepada media ini, Minggu (26/07/2026).

Sementara itu,  Direktur Program Penabulu-Oxfam, Rini Devianti Nasution, mengatakan bahwa masyarakat harus ditempatkan sebagai aktor utama dalam setiap tahapan aksi kemanusiaan.

"Kami percaya bahwa masyarakat bukan sekedar penerima bantuan, melainkan pelaku utama dalam aksi kemanusiaan. Karena itu,  penabulu-oxfam mendorong sistem kemanusiaan yang lebih efektif, berbasis bukti, akuntabel, dan dipimpin oleh aktor lokal. Simulasi ini menjadi ruang untuk memastikan masyarakat memiliki pengetahuan, kepercayaan diri, dan mekanisme yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan sejak peringatan dini diterima. Ketika kapasitas lokal menguat, respons terhadap bencana menjadi lebih cepat, lebih tepat, dan lebih bermartabat ". Ucap Rini Devianti Nasution. 

Melalui Simulasi ini,  Yayasan CIS Timor Indonesia dan Penabulu-Oxfam berharap pembelajaran yang diperoleh dapat memperkuat protokol aksi merespon peringatan dini, rencana kontijensi desa, mekanisme koordinasi, serta sistem kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana hidrometeorologi.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2020 soepost.com ™ Member Of Kupang Online Network ®