Hal inilah yang dilakukan SD Inpres Babuin, yang berlokasi di Desa Babuin, Kecamatan Kolbano, Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi (TTS) dengan menggandeng Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dalam kegiatan pendampingan literasi bagi guru dan murid, Selasa, 8 September 2026.
Dalam kegiatan tersebut, tim Forum TBM Kabupaten TTS memberikan pendampingan kepada para guru dan murid dengan fokus pada penguatan literasi baca-tulis. Guru dan murid diajak untuk terus mengembangkan kemampuan membaca, memahami informasi, serta menuangkan gagasan melalui tulisan.
Menurutnya, guru perlu terus belajar dan meningkatkan kemampuan agar dapat memberikan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan murid. Sementara bagi murid, kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan pemahaman dan kemampuan mereka dalam literasi baca-tulis.
“Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kompetensi para guru dalam memberikan pelayanan kepada anak-anak. Sedangkan bagi murid, kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang literasi baca-tulis,” ujar Dominggus.
Dominggus berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi guru dan murid, terutama dalam proses pembelajaran di sekolah.
“Harapan kami, dengan adanya kegiatan ini para guru dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para murid,” katanya.
Apresiasi Kolaborasi Sekolah
Sementara itu, Ketua Forum TBM Kabupaten Timor Tengah Selatan, Lefinus Asbanu, S.Pd. , menyampaikan apresiasi kepada pihak SD Inpres Babuin yang telah membuka ruang kolaborasi untuk peningkatan mutu guru dan murid.
Menurut Lefinus, sekolah memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi yang mampu membaca, memahami, berpikir, dan menyampaikan gagasannya dengan baik. Karena itu, penguatan literasi perlu dilakukan secara bersama-sama.
“Kami memberikan apresiasi kepada pihak sekolah yang sudah membuka ruang kolaborasi. Bagi kami, kolaborasi seperti ini penting karena guru dan murid memiliki potensi yang perlu terus dikembangkan,” ungkap Lefinus.
Ia mengaku melihat potensi yang besar pada guru maupun murid di SD Inpres Babuin. Potensi tersebut, menurutnya, perlu diberikan ruang agar dapat berkembang melalui berbagai kegiatan yang mendukung proses belajar.
Lefinus mengatakan literasi baca-tulis bukan hanya tentang kemampuan membaca dan menulis. Guru dan murid juga perlu diberikan kesempatan untuk menyampaikan ide, pengalaman, dan pemikiran mereka melalui tulisan.
Karena itu, Forum TBM Kabupaten TTS berkomitmen untuk terus membangun kerja sama dengan sekolah-sekolah yang memiliki semangat untuk mengembangkan budaya literasi.
Mengajak Sekolah Membuka Ruang Kolaborasi
Kegiatan di SD Inpres Babuin diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pendampingan semata. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa ketika sekolah mau membuka diri dan bekerja sama, guru dan murid memiliki lebih banyak kesempatan untuk belajar dan mengembangkan potensi mereka.
Forum TBM Kabupaten TTS pun berharap langkah yang dilakukan SD Inpres Babuin dapat diikuti oleh sekolah-sekolah lain.
Sebab, untuk meningkatkan kualitas pendidikan, sekolah tidak harus berjalan sendiri. Membuka ruang untuk berkolaborasi adalah salah satu cara sederhana untuk terus belajar, bertumbuh, dan memberikan yang terbaik bagi anak-anak.



