Hingga pertengahan Oktober 2026, realisasi PAD pariwisata telah mencapai 94,36% dari target Rp250 juta. Penerimaan terbesar bersumber dari Taman Rekreasi Bu'at, yang menyumbang pendapatan hampir dua kali lipat dibanding destinasi lain berkat kelengkapan wahana yang diminati pengunjung.
Yerobeam menjelaskan, pola kunjungan wisatawan memiliki puncak di awal tahun saat Imlek, Lebaran, dan liburan sekolah akhir Juni, lalu cenderung menurun hingga akhir tahun. Karena itu, persiapan sarana dan prasarana harus siap maksimal sejak awal tahun agar tidak kehilangan momentum musim ramai.
"Target PAD tahun 2027 berdasarkan Surat Edaran Bupati ditetapkan sebesar Rp291.600.000 lebih," ujarnya.
"Kami optimis target tersebut bisa tercapai, dengan syarat kami diberikan anggaran untuk mempersiapkan sarana prasarana dengan baik sejak awal tahun. Termasuk biaya operasional dan pemeliharaan wahana. Jika siap, target itu pasti kami kejar," tegas Yerobeam.
Di Taman Rekreasi Bu'at saat ini tersedia beragam wahana dengan rincian kondisi:
- 8 unit ATV: 4 unit masih beroperasi, 4 unit lainnya dalam kondisi rusak berat
- 2 unit UTV: 1 unit beroperasi, 1 unit dalam kondisi rusak
- Wahana pendukung: Odong-odong serta Flying Fox (Tali Peluncuran)
Dana pemeliharaan dan operasional yang tersedia saat ini sebesar Rp. 25 juta, di mana Rp. 10 juta untuk BBM dan operasional harian, serta sisanya untuk pembelian suku cadang. Jumlah ini dinilai belum memadai untuk memulihkan seluruh wahana yang rusak.
"Dana yang ada bisa kami pertahankan kelayakan wahana yang ada untuk sementara. Namun untuk memulihkan 4 ATV dan 1 UTV yang rusak, serta memastikan semua siap melayani wisatawan sepanjang musim ramai 2027, kami butuh dukungan anggaran tambahan," tegas Yerobeam M. Benu, S.ST.
Dengan pemulihan wahana yang rusak dan peningkatan fasilitas, target Rp. 291,6 juta pada tahun 2027 diyakini dapat dicapai secara realistis, asalkan dukungan anggaran tersedia sejak awal tahun.

