Boking||Soepost.com- Kepala Dinas Tanaman Pangan,Holtikultura dan Perkebunan dan DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan menghadiri kegiatan Pengukuhan Kelompok Tani (Poktan) tingkat Kabupaten TTS di rumah salah satu anggota kelompok tani di Desa Baus, Kecamatan Boking, Kabupaten Timor Tengah Selatan selasa (17/03/2026).
Masih menurut Kadis Jacob Benu, "Bicara tentang Pertanian sebenarnya merupakan warisan dari Nenek Moyang kita. Untuk itu dengan pengukuhan 54 Kelompok Tani, kita mendapatkan legalitas dari Pemerintah untuk adanya bahwa kelompok tani tersebut diakui oleh Pemerintah.",
"Saya berharap, 54 kelompok ini harus menopang dan mendukung program Bupati TTS, Gubernur NTT dan Presiden Republik Indonesia. Kita Kelompok Tani ini kita tidak di pisahkan dari yang namanya MBG, KOPDES dan BUMDES ini mata rantai yang tidak dipisahkan hanya bagaimana kita punya cara untuk mengaturnya seperti apa.",
"Dengan jumlah anggota kelompok 830 anggota, saya yakin kebutuhan sayur mayur untuk dapur MBG di Kecamatan Boking, Toianas dan Santian bisa kita penuhi sehingga dengan sendirinya uang beredar di daerah kota sendiri." Harap Jacob Benu
Kadis Jacob Benu juga mengatakan bahwa di Tahun 2026 akan ada banyak bantuan dari Pemerintah, sehingga kelompok tani dan anggotanya harus siap untuk menerimanya atau tidak.
"Usai lebaran ini, saya akan undang Bapak Bupati untuk ke Jakarta terkait penerimaan bantuan dari kementerian seperti bantun Jambu mente 1000 Ha, Kelapa Hibrida dapat 500 Ha, Kopi 1000 Ha dan Bawang Putih 1000 Ha." Pungkas Jacob Benu
Ditempat yang sama Anggota DPRD Kabupaten TTS, RUBA BANUNAEK saat memberikan sambutan, menjelaskan bahwa poktan merupakan salah satu ujung tombak dalam memajukan pertanian. Karena sejatinya poktan memiliki tiga fungsi utama, yakni, sebagai wahana kerja sama, ruang belajar, dan sebagai unit produksi
"Sejatinya, Kelompok Tani merupakan ujung tombak dalam memajukan pertanian dan juga tempat memperkuat kerjasama di antara sesama petani dan antar kelompok tani dengan pihak lain." Ucap Ruba Banunaek
"Melalui kerjasama ini diharapkan usaha pertanian akan lebih efektif dan efisien dalam menghadapi hambatan dan tantangan, serta memanfaatkan peluang yang ada.",
“Karena dalam usaha tani tentu menghadapi hambatan dan hambatan tersebut hanya efektif diatasi jika dilakukan berkelompok,” jelasnya.
"Fungsi poktan sebagai sarana belajar, merupakan wadah belajar dan mengajar bagi anggotanya guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam usaha tani. Sebagai ruang belajar, artinya, terjadi transfer pengetahuan dan transfer pengalaman baik pengalaman sukses maupun pengalaman kegagalan." Pungkas Ruba Banunaek
Jitron Tamonob Ketua Panitia kegiatan pengukuhan 54 kelompok tani mengatakan bahwa kegiatan Pengukuhan Kelompok tani kali ini merupakan pengukuhan terbesar karena melibatkan 54 Kelompok Tani di 6 Kecamatan dalam wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan.
"Kegiatan Pengukuhan Kelompok Tani kali ini merupakan kegiatan Pengukuhan terbesar karena melibatkan 54 Kelompok Tani dari 6 Kecamatan di Kabupaten Timor Tengah Selatan",
"Mewakili semua Panitia, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Timor Tengah Selatan yang diwakilkan Pak Kadis Pertanian, Anggota DPRD Bapak Ruba Banunaek, Camat Toianas, Camat Santian, Semua perwakilan lintas sektor yang hadir, 54 Ketua Kelompok Tani beserta anggota yang hadir serta juga kami ucapkan trimakasi atas bantuan kontribusi, dukungan, hingga kepercayaan kepada kami Panitia untuk mengurus kegiatan hingga Puji Tuhan kegiatan ini bisa berjalan dari awal dan berakhir dengan baik. Kiranya Tuhan Yesus menjaga dan memberkati kita semua". Tutupnya





