Pdt. Jakma Asamau,S.Th, menegaskan bahwa ciri utama kehidupan seorang pelayan Tuhan adalah meneladani Yesus Kristus.
"Yesus datang ke dunia sebagai wakil Allah, sebagai Duta Kebenaran. Seluruh pola dan gaya hidup-Nya harus menjadi teladan bagi kita dalam mengerjakan pelayanan di dunia ini," ujarnya.
Ia juga menyampaikan tentang kasih dan pengorbanan Kristus bagi manusia berdosa.
"Sejak di kayu salib, Yesus telah memikul dosa kita. Dia mati sebagai korban pengganti, dan memberikan kebenaran-Nya kepada kita, sehingga di hadapan Allah Bapa kita dibenarkan karena kebenaran Kristus ada di dalam kita," jelasnya.
Lebih lanjut, Pdt. Jakma Asmau,S.Th, mengingatkan para pelayan agar tidak merasa paling benar sendiri.
"Seorang pelayan jangan datang dengan anggapan 'saya yang benar, jemaat semua salah'. Kalau yang sudah benar kita buat kacau, lama-lama akan lain. Yang benar harus kita buat semakin baik lagi, dengan tuntunan Roh Kudus," tutupnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat Bermata Jemaat Mutis Sain, Pdt. Sanci Yanti Naat, S.Th., menyampaikan komitmennya untuk melayani di wilayah pelayanan yang jauh dari pusat kota.
Pdt. Sanci Yanti Naat, S.Th, menjelaskan bahwa tempat pelayanannya mencakup 4 mata jemaat di bawah naungan Jemaat Mutis Sain. Keempatnya adalah Jemaat Elim Nefolila, Jemaat Imanuel Noebesi, Jemaat Efrata Noebesi, dan Jemaat Sonhalan Asbun.
"Tempat pelayanan saya ada di jemaat-jemaat di wilayah Sain, Desa Noebesi, Kecamatan Nunbena. Memang jauh dari keramaian kota dan akses jalannya cukup menantang, tapi bagi saya itu tidak menjadi halangan untuk menjawab panggilan Tuhan di mana pun," ujarnya.
Ia mengaku terharu melihat antusiasme jemaat saat penyambutan.
"Perasaan saya ketika tadi melihat penyambutan dari jemaat di sini, mereka sangat antusias dan bersukacita. Ini menjawab pergumulan mereka selama ini karena pendeta jauh dari jemaat," katanya.
Untuk 5 tahun ke depan, Pdt. Sanci Yanti Naat,S.Th, memiliki komitmen membangun jemaat dan mengangkat nama Desa Noebesi.
"Harapan saya kedepan, ketika orang mendengar Desa Noebesi, orang tidak lagi berpikir tempatnya terpencil. Saya mau supaya Noebesi dikenal karena keberhasilan-keberhasilan kecil yang kita buat bersama," harapnya.
Ia juga menyampaikan strategi pelayanan yang akan dimulai dari kelompok-kelompok kecil.
"Saya akan mulai dari hal-hal sederhana, misalnya dari kelompok mama-mama. Saya lihat ada potensi di sini yang bisa dikembangkan. Kalau dari kelompok kecil berhasil, baru kita masuk ke rayon, lalu ke tingkat jemaat dan mata jemaat," tutupnya.
Pantauan media ini, Hadir dalam acara hari ini, Ketua Majelis Klasis (KMK) Mollo Utara, Sekertaris Klasis Mollo Utara, Pdt. Jakma Asamau, S.Th, Para Tokoh adat, Tokoh Agama, Para Presbiter, Seluruh Jemaat Bermata Jemaat Mutis Sain serta Para undangan lainnya.


